KUDUS -Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Jateng menunjuk enam madrasah negeri menjadi percontohan tingkat provinsi. Salah satu madrasah percontohan itu adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus.

“Madrasah yang ditunjuk sebagai percontohan kewenangan penuh Kanwil Kemenag Provinsi Jateng. Dan, Alhamdulillah madrasah kami dipercaya untuk menjadi percontohan,” kata Kepala MAN 2 Kudus Drs H Ah. Rif an M.Ag, kemarin.

Dia menjelaskan, salah satu pertimbangan madrasah yang dipimpinnya dijadikan percontohan, karena selama ini MAN 2 Kudus menerapkan disiplin tinggi terhadap guru dan siswa. Tujuan yang hendak dicapai adalah siswa-siswinya berakhlak Islami, unggul dalam prestasi, dan terampil dibidang teknologi.

Untuk meraih tujuan itu, lanjut dia, tiap hari mulai pukul 07:00 seluruh siswa MAN 2 Kudus yang berjumlah 1.175 anak membaca Asmaul Husna dan membaca (tadarus) Alquran di bawah bimbingan guru-guru hingga pukul 07:30 dan dilanjutkan sholat dhuha, setelah itu baru mulai pembelajaran reguler.

Pembacaan Alquran tersebut terdokumentasi. Tiga bulan sekali tiap siswa minimal katam Alquran sekali, dan setahun katam empat kali. Jika dkalikan jumlah siswa (1.175 anak), berarti tiap tahun siswa-siswi MAN 2 Kudus mampu mengatamakan Alquran 4.700 kali.

“ Kataman Alquran ini berlangsung baik pada bulan Ramadan maupun di luar Ramadan,” tuturnya.

Pembelajaran Terencana

Ah. Rif’an yang juga mantan kepala MTsN Bawu Jepara itu menuturkan untuk menumbuhkan kesejukan spiritual, anak didiknya dianjurkan berwudu sejak berangkat dari rumah. Sesampai di madrasah, mereka bersalaman dengan guru-guru, “Kebiasaan ini sekaligus untuk penanaman karakter. Siswa berangkat dan pulang sekolah selalu salaman dan cium tangan gurunya,” tandasnya.

Adapun unggul dalam prestasi, dicapai dengan menerapkan pembelajaran yang terencana dan terkontrol dengan memanfaatkan teknologi. Contohnya, supervisi anak didik dilakukan dengan memanfaatkan teknologi CCTV yang ada di tiap kelas tersebut digunakan untuk tindak lanjut oleh guru senior dan pihak madrasah.

“Penilaian guru terhadap siswa juga dilakukan dengan sistem komputerisasi, sehingga guru tinggal memasukkan data nilai. Melalui IT juga, orang tua sewaktu-waktu dan di mana pun dapat mengakses nilai anaknya melalui jaringan SMS. Dalam kaitan ini terjadi komunikasi timbal balik antara orang tua dan madrasah demi mendorong prestasi belajar siswa,” jelas dia. (D10-75)

Diambil dari: Harian Suara Merdeka, Senin 22 Agustus 2011, Halaman Edukasia / 9.



Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini79
mod_vvisit_counterKemarin114
mod_vvisit_counterMinggu ini338
mod_vvisit_counterBulan ini2370
mod_vvisit_counterSemua108694